Biografi Muhammad dawud beureueh
Pada
tanggal 23 september 1896 bertepatan dengan dengan 10 jumadil akhir 1316 H.
Muhammad dawud yang yang kemudian terkenal dengan nama besar teungku muhammad
dawud beureueh ( kebanyakan orang aceh memanggilnya Abu beureuh ),beliau
lahir di kampung beureueh Meunasah dayah, kecamatan mutiara, kabupaten pidie, Aceh. pada tahun 1914 beliau menikah dengan seorang perempuan janda dari anak saudara kandung
ayahnya sendiri bernama halimah di Usi meunasah dayah kecamatan mutiara
kabupaten pidie, hasil pernikahan tersebut beliau memperoleh tujuh orang anak
yaitu 1. Hajjh siti maryam 2. Tgk haji M hasballah 3. Hajjah saidah 4. Hajjah
raihana 5. Tgk haji musthafa 6. Tgk saifullah 7. Tgk haji ma’mun. Dan pada
tahun 1928 beliau menikah lagi dengan seorang janda dari kampung paleue
kabupaten pidie yang bernama hajjah asma, dari sini beliau dianugrahkan Allah
SWT lima orang anak yaitu 1. Tgk M. Jamil 2. S. Sakinah 3. Tgk ahmad muzakir 4.
Hajjah ruhama 5. Tgk haji ashim.
Setelah
berakhirnya perang cumbuk serta untuk menghindarkan berbagai fitnah dan cercaan
orang banyak beliau akhirnya menikah dengan mantan kekasihnya hajjah asiah yang
massih ada hubungan kelurga dengannya , seperti juga istri pertama pernikahan
dengan hajjah asiah ini mendapat berbagai tuduhan negatif dari pihak- pihak yng
tidak tahu duduk persoalannya dan juga dri pihak- pihak yang tidak senang
kepadanya karna ada sangkut pautnya dengan perang cumbuk dan pembaharuan di
aceh , hasil pernikahan dengan hajjah asiah beliau mempunyai satu orang anak
yaitu Tgk haji rusydi.
Ketika
pertumbuhannya berkembang sehingga menjadi seorang remaja , muhammad dawud
beureuh mulai menempa diri dengan belajar pada beberapa dayah tradisional di
sekitar kampungnya , dari beberapa dayah yang sempat disinggahnya , pemimpin
dayah tersebut mengakui kepintarannya sehingga pimpinan dayah mengajaknya ke
peringkt yang lebih tinggi sisitem penindikannya di dayah orang lain , ketika
proses belajar tersebut mulai berakhir muhammad dawud terus berkiprah dalam membimbing dan mengajari
masyarakat sekitar kampungnya. Semenjak tahun 1914 muhammad daud mulai mendidik
umat untuk memerangin penjajah belanda dan menghancurkan kezaliman di bumi
aceh. Pada masa itu belanda sedang gencar menjajah aceh dan dikawasan – kawasan
tertentu mereka mendapat bantuan kerja sama dengan kaum ulebalang. Namun
demikian muhammad daud tidak pernah tunduk dan patuh kepada penjajah walaupun
hampir semua orang takut kepada mereka ketika itu, watak keras dan sikap berani
yang dimilikinya telah menghantarkannya menjadi seorang ulama dan pemimpin
besar untuk ummah di zaman itu. Terhitung dalam kurun waktu 1926-1942 muhammad
dawud muli membangun madrasah-madrasah dan mendidik kadar islam diseluruh aceh
secara berencana. Diantara dayah yang pernah didirikannya antra lain terletak
di kampung usi ( kecamatan mutiara timur ), di garot (kecamatan indrajaya), di
pekan pidie (kecamatan pidie), di blang
paseh (kecamatan kota sigli), di kota bireuen dan dibeberapa tempat lainnya,
termasuk memperkuat keberadaan pendidikan Al-muslim di matang geulumpang dua
yang didirikan teungku abdurrahman
meunasah
meucah.’’ Tepat pada tanggal 05 mei 1939 bersama dengan ulama-ulama pembaharu
aceh muhammad dawud mendirikan persatuan ulama seluruh aceh ( PUSA) di kompleks
pendidikan Al-muslim matang geulumponng dua. Teungku muhammad dawud beureueh
yang sudah menjadi seorang ulama modernis terpilih menjdi ketua satu PUSA,
teungku abdurrahman meunasah meucab sebagai ketua dua, berdirinya PUSA menjadi
gerakan awal pengefektifan gerakan modernis dan pemantapan sistem pendidikan
modern diaceh yang kemudian menjadi gerakan politik ketika penjajah belanda
sudh merajalela dan berbuat semena –mena diaceh.
Dalam
tahun 1942-1945 muhammad dawud memimpin pasukan bersenjata melawan belanda yang
sedang menjajah aceh dengan biadab. Beliau menjadi komando pasukan mujahidin
yang gagah berani dan mengayomi muslim aceh menentang kafir penjajah. Sebagai
komandan perang sekaligus pimpinan utama PUSA, posisi beliau menjadi sangat
akrab dan menyatu dengan masyarakat. Dengan demikian gerakan perlawanan yang
dibangun untuk memerdekakan aceh dari penjajah belanda mendapat sambutan hangat
dari bangsa aceh pada waktu itu. Antara tahun 1942 sampai 1950 baik dengan
lembaga PUSA maupun pimpinan mujahidin atau karena gezah yang dimilikinya,
muhammad dawud menguasai de fctor aceh. Dalam masa itu pula beliau diangkat
menjadi gubernur militer aceh, langkah dan tanah karo. Kondisi seumpama ini
menjadikan posisi beliau melebihi posisi seorang presiden, karena beliau
sebagai ulama, sebagaipemimpin rakyat dan juga sebagai pnglima secara nyata bukan
fiktif.
Pada
tahun 1987 beliau akhirnya mengalami sakit tua, setelah dirawat beberapa kali
dirumah sakit umum zainal abidin lampri, banda aceh, akhirnya tepat tanggal 10
juni 1987 beliau menghembuskan nafas terakhir, meninggal dunia dan kembali
kehadapannya Allah yang perkasa. Sempurnalah perjuangan untuk islam dan syariat
islam khususnya diaceh dan umumnya di indonesia namun Allah belom memberikan
hasil maksimal terhadapan perjuangan tersebut. Masa masih ada, kesempatan masih
punya, SDM masih cukup , pengikut masi setia, siapa yang bakal menyempurnakan
dan melanjutkannya.
v PANGLIMA TENTARA MUJAHIDIN DI ACEH
Beranjak dari sistem pendidikan yang kental
dengan aqidah islam ditambah dengan lingkungan tempat beliau dilahirkan yang
berbasis islam kuat, menjadi sebuah tolok ukur terbentuk sebuah watak keras
untuk menegakkan kebenaran serta melenyapkan kebatilan dalam kehidupannya.
Paling tidak demikianlah gambaran awal yang dapat dideskripsikan untuk
menggambarkan latar belakang kehidupan teungku muhammad daud beureueh sebagai
salah seorang panglima tentara mujahidin di aceh. Dalam kehidupannya beliau
senantiasa berbuat sesuatu yang ada manfaat dn jauh dru mudharat, baik manfaat
tersebut berkenaan dengan dirinya maupun bagi orang lain , malah dalam perkara
– perkara tertentu ia lebih banyak diterima masyarakat ketimbang keluarganya,
buktinya cukup banyak orang yang mendapatkan pendidikan dari pdanya menjadi
alim , mendapat posisi penting dalam pemerintah negara dan juga ada yang
menjadi kaya raya , tetapi tidak pernah diminta manfaatnya untuk keperlun
pribadinya . orang – orang seperti itu secara personal mengakui betapa murahnya ilmu dari seorang ulama yang
sekaligus pemimpin bangsa di aceh yang bernama tuengku muhammad dawud beureueh.
Dalam sejarah perjuangan yang
menghantarknnya menjadi panglima tentara mujahidin di aceh dari tahun 1942
sampai 1948, teungku muhammad dawud beureueh telah berjuang mati-matian untuk
islam baik di aceh maupun diluar indonesia. Perjuangan ikhlas itu yang kemudian
menonjolkan beliau dari pejung-pejuang lain sehingga beliau muncul secara alami
dan dingkat menjadi panglima tentara mujahidin aceh dalam rangka memerangi
penjajah belanda khusuny diaceh. Pengangkatan yang tidak pernah ada surat
keputusan tersebut tidak pernah diabaikannya kecuali terus berjuang untuk islam
dan aceh. Satu hal yang mendasar dilakukan selama memimpin perang melawan kafir
belanda adalah, mengajar mengaji, berdakwah, meningkatkan taraf ekonomi rakyat
dan meningkatkan martabat muslim-muslim aceh. Baik dalam jama’ah perang maupun
ketika ada masa istirahat bersama masyarakat muhammad dawud sangat senang
mengajar dan memberikan ceramah kepada masyarakat sekelilingnya. Sementara
peningkatan ekonomi masyarakat beliau
lkukan dengan mengajak mereka menggarap dan memanfaatkan tanah sawah, tanah
kebun, dan sejumlah fassilitas lainnya yang dapat menghasilkan pendapat kepada
mereka.
Diantara hasil nyata yang dapat terkumpul
untuk umat islam ketika beliau menjadi panglima temtara mujahidin melawan kafir
belanda adalah : sawah perang, atau sawah nasi perang .sawah yang berjumlah 135
naleh biji tersebut awalnya diperoleh dari ayahnya sebagai harta warisan,
seorang uleblang dikampung didoh kawasan kemukiman ujong rimba kecamatan
mutiara timur (dulu kecamatan mutiara), kabupaten pidie. Transaksi tanah itu
diterima oleh teungku abdullah ujong rimba selaku pimpinan mujahidin dan pengurus
agama kecamatan mutira. Sawah tersebut dikelola oleh orang-orang disekitarnya
dn hasilnya sebahagian besar digunakan untuk biaya perang melawan penjajah
belanda. Tanah sawah yang berada sekitar kawasan kemukiman gumupueng tersebut
sebahagiannya telah beralih tangan kepada sipengololah setelah selesai perang,
ada juga yang coba ditarik kembali oleh keturunan teungku gade didoh karena
tidak dimanfaatkan lagi sebagaimana mestinya sebagai tanah wakaf. Akhirnya
tanah yang banyak tersebut kini tidak jelas lagi jumlahnya dan dimana letaknya.
Diharapkan pemerintah kecamatan mutiara timur dapat menggarap kembali tanah
tersebut untuk dijadikan harta agama disana. Semenjak diwakafkan sampai dengan
tahun 1953 tanah mujahidin tersebut berada dalam keadaan normal. Namun dalam
tahun itu juha seorang putri T.Gade Didoh bernama cut chadijah yang ditemani
oleh tentara memaksa teung abdullah ujong rimba yang sedang berada dalam
tahanan di meulo untuk menulis dengan tangannya pernyataan bahwa tanah tersebut
diwakafkn kepada pejuang mujahidin saja kalau mujahidin sudah berakhir maka
tanah tersebut kembli kepada pewakaf atau keturunannya. Dengan tindakan
demikian cut chadijah dapat menjual tanah sawah itu kepada orang-orang
sekelilingnya dengan harga murah. Namun setelah selesainya peristiwa DI/TII,
teungku muhammad daud telah kembli bersama masyarakat mulailah ditarik dan
digarab kembali tanah tersebut dari tangan cut chadijah, tindakan yang dim-
otori teungku muhmmad dawud beureueh mendapat sokongan kuat dari anak-anak
T.gade didoh lainnya seperti T.Thaib,T.gazali,T.Abdurrahman dan lain-lain, ia
jug didukung sepenuhnya oleh masyarakat kecamatan mutiara waktu itu dan tanah
tersebut akhirnya dapat dikuasai oleh masyarakat sebagai tanah wakaf.
v PEMIMPIN GERAKAN DI/TII DAN NBA/NII
Sebagai orang yang cinta kepada republik
indonesia , teungku muhammad dawud telah mempertahankannya menjadi satu negara
yang berdaulat dari berbagai ganguan dan ajakan-ajakan pemisahan diri. Akan
tetapi kenapa kemudian beliau mengangkat sejanta memerangi renzim soekarno di
jakarta?. Ada beberapa alasan mengapa beliau menggabungkan diri dengan gerakan
DI/TII ( kemudian bertukar nama dengan NBA/NII)’ yang bertujuan menghancurkan republik yang
masih bayi, dan mendirikan daulah islamiyah alasan-lasan tersebut antara lain :
1. Soekarno
mengingkari janji dengannya untuk menjalankan hukum islam di negara yang ketika
itu penduduk 99 % muslim.
2. Soekarno
tidak menepati janji dengan teungku muhammad dawud untuk menjadikan aceh
sebagai sebuah daerah otonomi yang memberlakukan hukum islam secara penuh
didalamnya.
3. Dengan
terang - terangan soekarno mendukung membanu dan berpihak partai komunis
indonesia (PKI) serta menghina islam.
4. Mengenyampaikan
syariat islam dengan menjelaskan sistem pemerinta sekuler yang sangat dibenci
teungku muhammad dawud beureueh khususnya di aceh.
5. Mengacau
balaukan struktur pemerintah diaceh dengan memindahkan putra-putra terbaik aceh
keluar aceh dan menggantikannya dengan orang-orang dari daerah lain yng
sebahagian mereka non muslim.
6. Menurunkan
pangkat dan jabatan kolonel husin yusuf sebagai orang PUSA dari jabatannya
sebagai panglima devisi X menjadi komandon brigade dengan pangkat letnan
kolonelpada pertengahan tahun 1950. Brigde ini kemudian diletakkan dibawah
kekuasaan panglima bukit barisan pimpinan kawilarang.’ Seterusnya husin yusuf
diberhentikan dari tugasny.
7. Pemindahan
ketua polisi aceh muhammad insya dn komisaris muda polisi, yusuf effendi ke
medan merupakan suatu tamparan bebat bagi aceh.
8. Pemindahan
semua batalyon tentra yang dipimpin putra aceh keluar aceh dan digantikan oleh
orang luar yang kebanyakannya bukan orang muslim, seperti pemindahan mayor
hasballah haji ke tarutung, tapanuti yang digantikan oleh leftenan kolonel
nazir (komunis). Batalyon T manyak dipindahkan ke jawa barat. Batalyon
alamsyah ke indonesia timur. Sebagai
penggantinya didatangkan sejumlah batalyon dari tapanuli seperti batlyon ulung
sitepu (komunis) dan batalyon ninggolan.
9. Pembubaran
provinsi aceh oleh perdana mentri muhammad nasir MASYUMI yang dibaca dan
disiarkan melalui radio republik indonesia (RRI) kutaraja pada tanggal 23
januari 1951, menjdi sebab utama meletusnya peristiwa berdarah di aceh.
10. Suatu
peristiwa yang sangat pahit dan pedih bagi bangsa aceh dibawah pimpinan kaum
ulama adalah razia agustus 51 razia sukiman yang menginjak-injak kehormatan
kaum ulama sekaligus bangsa aceh yang dahulu pernah menjadi pionir (pelopor)
kemerdekaan republik indonesia. Razia ini diperintah perdana mentri Dr.sukiman
diseluruh negara untuk mencari sisa-sisa senjata simpanan anggota komunis.
11. Penarikan
mobil dinas yang sedang dipakai gubernur aceh teungku muhammad dawud beureueh
secara kasar oleh gubernur sumatra utara abdul hakim merupkan satu pukulan
berat bagi aceh dan masyarakt.
v KESIMPULAN
Muhammad
dawud beureueh merupakan seorng pejuang kebenaran membebaskan islam muslim dan
wilayah dari penjajah belanda dan jepang ia juga merupakan sosok pembela
kebenran ketika indonesia berbuat zhalim terhadap aceh.
Perjuangan
panjang membela kebenaran tersebut telah diaplikasikan dalam hidupnya mulai
dari posisi komandan tentara mujahidin aceh, wali negara bahagian aceh/negara
islam indonesia (NBA/NII), imam republik islam aceh (RIA) dan sejumlah posisi
lainnya yang sempat di pangku selama hidupnya.
DAFTAR
PUSTAKA
PENULIS : ADAN YUSUF
HASANUDIN TEUN,GKU MUHAMMAD DAWUD BEUREUEH DAN PERJUANGAN PEMBERONTAKN
DIACEH, 2003