BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pemikiran modern atau pembaharuan dalam
Islam mengandung transformasi nilai yang mesti berubah bahkan adakalanya
diperlukan perombakan- perombakan terhadap struktur atau tatanan yang sudah ada
dan dianggap baku, sedangkan nilai- nilai tersebut tidak mempunyai akar yang
kuat berdasarkan sumber- sumber pokoknya Al Quran dan Al Hadist. Ada beberapa tokoh yang berperan penting
dalam upaya pembaharuan dalam Islam, antara lain Tanzimat, Turki Muda, Zia
Gokalp, Tawfik Fikert, dan juga Mustafa Kemal Ataturk.
Mustafa Kemal
mempunyai peran yang paling penting di banding yang lain. Pemahaman dia
mengenai sekulerisme di sini merupakan perpaduan yang amat kreatif terhadap
ide- ide yang lainnya. Keislaman dan nasionalisme mengambil pengetahuan baru
dalam idenya Mustafa Kemal. Sosok modernis yang belakang disebut memang cerdas
dalam membaur kepentingan yang berbeda. Dengan keberanian sekularisasinya,
kemal berhasil cemerlang menapaki kekuasaan politik dan intelektual.
Pada
makala ini akan dibahas ide-ide pembaharuan yang dilakukan oleh seorang tokoh
pembaharu di Turki yakni; “Mustafa Kemal”, beliau dikenal sebagai seorang tokoh
pembaharu yang berperan menyelamatkan bangsa dan Negara Turki dari malapetaka
kehancuran total akibat penjajahan Eropa, meskipun pada akhirnya tokoh yang
satu ini dianggap sebagai tokoh controversial yang telah merubah budaya
kekhalifahan yang menjadi karakter kerajaan Turki Usmani selama beratus-ratus
tahun menjadi Negara yang beraliran sekuler, bahkan dikenal sebagai “Pencipta
Turki Modern” dan oleh bangsa Turki diberi gelar sebagai “Attaturk” (Bapak
Turki). [1]
B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian pada latar
belakang yang terdapat diatas maka penulis berusah membatasi pembahasan dalam
makalh ini dengan menggunakan rumusan masalah yaitu sebagai berikut:
1.
Siapa itu mustafa kemal attaturk
2.
Adakah ide pembaharuan
yang dilakukan mustafa kemal di turki
3.
Sejauh mana pengaruh pembaharuan mustafa kemal
terhadap perkembengan islam di turki
4.
Apa – apa saja kebijakan politik pada masa mustafa
kemal attaturk
C. Tujuan makalah
1.
Mengetahui siapa mustafa kemal attaturk
2.
Mengetahui ide pembaharuan mustafa kemal
3.
Mengetahui pengaruh pembaharuan mustafa kemal
4.
Mengetahui apa apa saja kebijakan politik pada masa
mustafa kemal
BAB 11
PEMBAHASAN
1. BIOGRAFI MUSTAFA
KEMAL
Mustafa Kemal, seorang pemimpin
Turki baru, yang menyelamatkan Kerajaan Usmani dari kehancuran total dan bangsa
Turki dari penjajahan Eropa. Ia adalah pencipta Turki modern dan atas jasanya
ia mendapat gelar Attaturk (Bapak
Turki). Ia lahir di Salonika pada tahun
1881, orang tuanya Ali Riza bekerja sebagai pegawai biasa di salah satu Kantor
Pemerintah di kota itu. Ibunya bernama
Zubeyde, seorang wanita yang perasaan keagamaanya sangat dalam.Tatkala
dipindahkan ke suatu desa di lereng gunung Olimpus, Ali Riza berhenti dari
pekerjaanya sebagai pegawai Pemerintah dan membuka lapangan perdagangan kayu.
Di daerah itu memang banyak terdapat kayu. Tetapi dagangannya banyak diganggu
oleh kaum perampok yang berkeliaran di daerah itu. Ia pindah ke perusahaan lain
tapi gagal. Dalam keadaan susah, ia
ditimpa penyakit dan tidak lama kemudian meninggal dunia.[2]
Pada permulaan masa
belajarnya, atas desakan ibunya, ia dimasukkan ke madrasah, tetapi karena tidak
senang belajar di sana, ia selalu melawan guru. Ia kemudian dimasukkan orang
tuanya ke sekolah dasar modern di Salonika. Selanjutnya, ia memasuki Sekolah
Militer Menengah atas usahanya sendiri.
Dalam usia empat belas tahun, ia tamat dari sekolah ini dan meneruskan
pelajaran pada Sekolah Latihan Militer di Monastiri. Pada tahun 1899, setelah menyelesaikan
pelajaran di Sekolah Latihan Militer, ia memasuki Sekolah Tinggi Militer di
Istambul. Ijazahnya ia peroleh enam
tahun kemudian dan ia mendapat pangkat kapten. Ketika belajar, Mustafa Kemal
sudah mengenal politik melalui temannya yang bernama Ali Fethi. Dialah yang mendorong nya untuk memperkuat
dan memperdalam pengetahuan tentang bahasa Perancis sehingga ia dapat membaca
karangan filosof-filosof Perancis seperti Rousseau, Voltaire, Ausguste Comte,
Montesquie dan lain-lan. Di samping itu
, sejarah dan sastra juga menarik perhatiannya. Tatkala Mustafa Kemal belajar
di Istambul, terjadi penolakan terhadap kekuasaan Sultan yang absolut, yakni
sultan Abdul Hamid. Pada saat itu,
Perkumpulan rahasia dari berbagai kalangan masyarakat terbentuk. Mustafa
beserta teman-temannya dari kalangan
sekolah membentuk suatu komite rahasia dengan menerbitkan surat kabar
yang ikut mendukung kritikan terhadap pemerintah absolut Sultan.
2. IDE PEMBAHRUAN
MUSTAFA KEMAL
Prinsip Pemikiran Pembaruan
Mustafa Kemal di awali ketika ia ditugaskan sebagai attase militer pada tahun
1913 di Sofia. Dari sinilah ia berkenalan dengan peradaban Barat, terutama
sistem parlementernya. Adapun prinsip pemikiran pembaharuan Turki yang kemudian
menjadi corak ideologinya terdiri dari tiga unsur, yakni; nasionalisme,
sekularisme dan westernisme. [3]
a.
Unsur nasionalisme dalam pemikiran Mustafa Kemal
diilhami oleh Ziya Gokalp (1875-1924) yang meresmikan kultur rakyat Turki dan
menyerukan reformasi Islam untuk menjadikan Islam sebagai ekspresi dari etos
Turki. Dalam koridor pemahaman Mustafa Kemal, Islam yang berkembang di Turki
adalah Islam yang telah dipribumikan ke dalam budaya Turki. Oleh karenanya, ia
berkeyakinan bahwa Islam pun dapat diselaraskan dengan dunia modern. Turut
campurnya Islam dalam segala lapangan kehidupan akan membawa kemunduran pada
bangsa dan agama. Atas dasar itu, agama harus dipisahkan dari negara. Islam
tidak perlu menghalangi adopsi Turki sepenuhnya terhadap peradaban Barat,
karena peradaban Barat bukanlah Kristen, sebagaimana Timur bukanlah Islam.
b.
Unsur sekularisme. Unsur ini sebenarnya adalah
implikasi dari pemahaman westernisme Mustafa Kemal. Pada prinsip ini, salah
seorang pengikut setia Mustafa Kemal, Ahmed Agouglu menyatakan bahwa indikasi
ketinggian suatu peradaban terletak pada keseluruhannya, bukan secara parsial.
Peradaban Barat dapat mengalahkan peradaban-peradaban lain, bukan hanya karena
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya, tetapi karena keseluruhan
unsur-unsurnya. Peperangan antara Timur dan Barat adalah peperangan antara dua
peradaban, yakni peradaban Islam dan peradaban Barat. Di dalam peradaban Islam,
agama mencakup segala-galanya mulai dari pakaian dan perkakas rumah sampai ke
sekolah dan institusi. Turut campurnya Islam dalam segala lapangan kehidupan
membawa kepada mundurnya Islam, dan di Barat sebaliknya sekularisasilah yang
menimbulkan peradaban yang tinggi itu. Jika ingin terus mempunyai wujud rakyat
Turki harus mengadakan sekularisasi terhadap pandangan keagamaan, hubungan
sosial dan hukum. Menurut versi Mustafa kemal, sekularisme bukan saja
memisahkan masalah bernegara (legislatif, eksekutif dan yudikatif) dari
pengaruh agama melainkan juga membatasi peranan agama dalam kehidupan orang
Turki sebagai satu bangsa. Sekularisme ini adalah lebih merupakan antagonisme
terhadap hampir segala apa yang berlaku di masa Usmani.
c.
Unsur wasternisme. Dalam unsur ini, Mustafa Kemal
berpendapat bahwa Turki harus berorientasi ke Barat. Ia melihat bahwa dengan
meniru barat negara Turki akan maju. Unsur westernisme dalam prinsip pemikiran
Mustafa Kemal mendapatkan momennya ketika dalam salah satu pidatonya ia
mengatakan bahwa kelanjutan hidup suatu masyarakat di dunia peradaban modern
menghendaki perobahan dalam diri sendiri. Di zaman yang dalamnya ilmu
pengetahuan mampu membawa perobahan secara terus-menerus, maka bangsa yang
berpegang teguh pada pemikiran dan tradisi yang tua lagi usang tidak akan dapat
mempertahankan wujudnya. Masyarakat Turki harus dirubah menjadi masyarakat yang
mempunyai peradaban Barat, dan segala kegiatan reaksioner harus dihancurkan. [4]
Dari ketiga prinsip di atas,
kemudian melahirkan ideologi kemalisme, yang terdiri atas: republikanisme,
nasionalisme, kerakyatan, sekularisme, etatisme, dan revolusionisme. Ideologi
yang diasosiasikan dengan figur Mustafa Kemal ini kemudian berkembang di Turki
dan dikembangkan oleh pengikutnya. Dan jika dilihat dari perkembangan tersebut
di atas, Republik Turki adalah negara sekuler. Tetapi meskipun begitu, apa yang
diciptakan Mustafa Kemal belumlah negara yang betul-betul sekuler. Mustafa
Kemal sebenarnya seorang nasionalis pengagum barat, yang Islam maju, sebab itu
perlu diadakan pembaharuan dalan soal agama untuk disesuaikan dengan bumi
Turki. Islam adalah agama rasional dan perlu bagi manusia, tetapi agama yang
rasional ini telah dirusak oleh ulama-ulama oleh karena itu, usaha
sekularisasinya berpusat pada menghilangkan kekuasaan golongan ulama dalam soal
negara dan politik. Negara harus dipisahkan dari agama[5].
Dengan pandangan Mustafa Kemal
seperti yang disebutkan di atas, maka lahirlah pendapatnya antara lain; Qur’an
perlu diterjemahkan kedalam bahasa Turki, azan juga perlu dengan bahasa Turki,
khutbah dengan bahasa Turki. Madrasah yang sudah ketinggalan zaman ditutup, diganti
fakultas Ilahiyat untuk mendidik imam sholat, khotib-khotib, dan
pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan. Akan tetapi prinsif dan pandangan
Mustafa Kemal seperti yang telah dikemukakan diatas, tidak serta merta
menghilangkan kultur keagamaan sebagai buktinya Mustafa Kemal mendirikan
penggantinya yaitu Departemen Urursan Agama. Negara menjamin kebebasan
beragama, sehingga sekularisasi yang dijalankan tidak menghilangkan agama. Yang
berusaha dihapus adalah kekuasaan ulama dalam soal politik dan negara. Karena
Mustafa Kemal berpendapat agama adalah masalah pribadi.
Mencermati pemikiran yang
dikembangkan seorang Mustafa Kemal yang kemudian diaplikasikan sebagai bentuk
ide pembaharuan pada kultur Turki adalah sebuah keniscayaan berdasarkan
tuntutan situasi dan zaman saat itu. Betapa tidak bahwa Islam yang berkembang
sejak abad ke VII di jazirah Arab yang kemudian merambah keluar Arab, didalam
perjalananya mengalami gesekan dan pergeseran prinsif dan kepentingan. Prinsif
musyawarah yang menjadi dogma ajaran yang harus dikembangkan dalam rana
kehidupan sosial kemasyarakatan termasuk dalam urusan ”bernegara”. [6] Sebagai akumulasi gejolak pemikiran dari para
tokoh pembaharu yang mengembangkan ide perubahan khususnya di Turki, yang
kemudian diwujudkan oleh seorang Mustafa Kemal mendirikan Negara Republik Turki
Modern. Penulis berpandangan bahwa usaha ini adalah sebuah tindakan dari ide
cemerlang untuk mengembalikan dogma prinsif al-Qur’an yang mengedepankan
prinsif musyawarah.
Nasionalisme, sekularisme, dan
westernisme yang menjadi ciri khas ide pembaharuan Mustafa Kemal adalah sebuah
konsekwesi logis dalam rangka membangun tatanan dan corak kultur kehidupan
masyarakatnya yang akan didesain sebagai masyarakat modern dalam urusan
bernegara, dan tetap menjamin berlangsungnya budaya kehidupan beragama bagi
masyarakatnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan didirikannya ”Fakultas Ilahiyat”
dan dibentuknya ”Departemen Urusan Agama” dalam pemerintahannya.
3. NASIB UMAT ISLAM
DI TURKI PADA MASA PEMBAHARUAN MUSTAFA KEMAL
Mustafa kemal yang secara radikal
menerapkan hukum-hukum sekuler secara dictator dan absolute, sebagai tuntutan
undang-undang ketatanegaraan yang telah ditetapkannya berjalan dengan baik
tampa suatu hambatan yang berarti. Islam yang telah mengakar sebagai kultur
masyarakat oleh masing individu rakyat Turki juga tidak akan lekang, artinya
negaranya sekuler dan rakyatnya teramat relegius inilah sebuah keunikan yang
ada di Turki hingga saat ini. Islam telah menjadi hak privasi setiap warga
masyarakat muslim Turki.
4. KEBIJAKAN
POLITIK PADA MASA PEMERINTAHAN MUSTAFA KEMAL
Ø Kebijakan politik dalam negeri yaitu sebagai berikut: [7]
1.
Menetapkan undang- undang dasar, antara lain :
·
Undang –undang tentang penyatuan
(sekularisasi) pendidikan pada 3 Maret 1924.
·
Undang –undang tentang penutup
kepala (penghapusan jilbab dan kerudung) pada 26 Nopember 1925.
·
Undang –undang tentang pengambilan
dan pemakaian alphabet (latin) sebagai abjad resmi turki serta pelarangan
tulisan arab pada nomor 1 Nopember 1928.
·
Undang –undang larang memekai busana
tradisional pada 3 desember 1934.
·
Perkawinan sipil diharuskan dan
poligami dilarang, perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki.
·
Setiap orang diharuskan mempunyai
nama keluarga seperti orang barat.
2.
Lima tahun pertama pemerintahannya difokuskan pada
kegiatan industri dan pertanian.
3.
Memperkuat dan memodemisasi militer.
4.
Menetapkan Ankara sebagai ibukota negara Turki.
Ø Kebijakan politikluar negeri
1.
Membuat Kesepakatan Balkan Pact (9
Pebuari 1934). Yaitu kesepakatan antara Turki, Yunani, Rumania dan
Yugoslaviauntuk saling menghormati batas- batas negara anggota Balkan Pact dan
bersatu untuk menjamin ketenangan bersama.
2.
Perjanjian non- Agresi (9 juli
1937). Perjanjian untuk tidak salinng menyerang antara Turki, Irak, Iran dan
Afganistan. [8]
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dalam “sejarah dan kebudayaan Islam imperium Turki
Usmani”, sekuler diartikan sebagai berikut, bahwa tidak ada campur tangan agama
atau mazhab agama seseorang dalam bentuk apapun atau agama ( Mazhab agama )
seseorang itu tidak boleh menjadi perintang untuk memperoleh hak
kemanusiaannya. Pada saat kehancuran Turki, pemerintahan Turki sangat
berantakan. Daerah Turki banyak yang dijajah oleh Barat.
Mustafa Kemal, seorang pemimpin Turki baru,
yang menyelamatkan Kerajaan Usmani dari kehancuran total dan bangsa Turki dari
penjajahan Eropa. Pembaharuannya terhadap bentuk negara dilakukan
melalui sekulerisasi. Pemerintahan dipisahkan dari agama. Sultan di Istambul
memang tidak ada lagi, namun sekutu masih menganggapnya sebagai penguasa Turki,
Oleh sebab itu Sultan yang diundang untuk menghadiri perundingan perdamaian di Lausanne.
Semenjak Mustafa Kemal meninggal,
usaha-usaha pembaharuan diteruskan oleh para pendukungnya. Tetapi di sini
dijelaskan bahwa rasa keagamaan yang mendalam di kalangan rakyat Turki tidak
menjadi lemah dengan sekulerisasi yang dilakukan Mustafa Kamal dan Pemerintah
Nasionalis Turki. Tidak mengherankan kalau tidak lama kemudian gerakan “kembali
kepada agama” timbul di Turki.
B. SARAN
Demikian makalah sederhana ini kami buat terima kasih kepada para pembaca
yang telah membaca isi makalah ini yang tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya. Karena kekurangannya pengetahuan dan bahan rujukan yang ada
hubunganya dengan judul makalah ini.
Kami mengharap saran dan kritikan
yang membangun dari pembaca untuk sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pribadi dan umumnya bagi para pembaca yang membaca.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Syaukani . Perkembangan Pemikiran Modern di Dunia
Islam. 1997. Bandung: Pustaka Setia.
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiyah II), (Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada, 2008).
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiyah II), (Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada, 2008).
Harun Nasution,
Pembaharuan Dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan), Jakarta; Penerbit NV.
Bulan Bintang, cet.2, 1982
Musrifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, (Jakarta; PT. Raja
Grafindo Persada, 2007)
Abdul sani . Lintasan Sejarah
Pemikiran Perkembangan Modern dalam islam. 1998. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
[1] Harun nasution , pembaharuan dalam
islam ( sejarah pemikiran dan gerakan), jakarta: penerbit NV. Bulan Bintang,
1982,hal 142
[2] Ahmad syaukani , perkembangan
pemikiran moderen di dunia islam, ( bandung: pustaka setia, 1997), hal 50
[3] Abdul sani ,lintasan sejarah pemikiran
perkembanganan modern dalam islam,( jakarta: raja grafindo persada, 1998), hal 48
[4] http://mustari64.blogspot.co.id/2010/05/ide-pembaharuan-dan-pemikiran-mustafa.html
[5] Musrifah sunanto,sejarah peradaban
islam indonesia,( jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,2007) hal 1627
[6] Badri yatim, sejarah peradaban
islam dirasah islamiyah 11,( jakarta: PT.Raja Grafindo Persada , 2008),hal
42
[7] Ahmad syaukani , perkembangan
pemikiran,op. Cit, hal 52